Pages

May 11, 2016

Life as a wedding vendor

Sore ini mau berbagi sedikit cerita tentang pengalaman selama di dunia Wedding (yang masih sebentar ini. Ga kebayang yang sudah tingkat dewa).

Dunia Wedding itu dinamis. Full of stress and panic, terutama untuk calon pengantin yang sibuk mencari vendor yang tepat, vendor yang bisa dipercaya untuk men-deliver hasil terbaik, on-time, professional, care tentang kebutuhan calon pengantin.

Dibalik dari sisi sebagai pasangan-pasangan yang sibuk mempersiapkan hari pentingnya adalah kita. Iya, kamu wahai vendor-vendor Wedding. Baik kita kepala team maupun bagian dari team, kita semua mungkin pernah merasakan satu atau dua hal berikut.

Banyak hal yang sulit kita jelaskan kepada calon pengantin. Sebenarnya sih jelasinnya gampang, tapi mau ngertiinnya yang sulit tongue emoticon Berikut adalah list "penjelasan" (atau suara hati) sebagian dari kita. Of course, take it lightly smile emoticon

1. "Kenapa foto keluarga besarnya ada yang mata tutup, ada yang lihat samping? Kok tidak professional?" - kita berteriak satu, dua, tiga dengan sekuat tenaga. Tujuannya supaya seluruh anggota keluarga (yang kadang-kadang jumlahnya dua - tiga puluhan) melihat ke satu arah - yaitu Camera. Kami maklum jika ada yang sedikit rabun, yang pendengaran terganggu, ataupun ingin segera turun panggung untuk bermain. Jadi kami pikir pasangan pun akan memaklumi anggota keluarganya.

2. "Kenapa saya terlihat gemuk? Saya mau kelihatan kurus/ lebih berisi/ lebih muda/ lebih dewasa" - Percayalah, kita semua melakukan yang terbaik. Potongan pola sudah yang paling baik, shading make up sudah yang paling menunjang, angle kamera sudah yang tersudut (sampai-sampai kita sering minta bantuan Photoshop). Manusia tidak ada yang sempurna dan kita pun menghargainya. Dan juga sayang sekali, kita bukan dokter bedah kecantikan.

3. "Bonusnya 3 canvas / 2 gaun bridesmaid / make up mama / bunga untuk langit-langit ya?" - Percayalah, jika itu tanpa biaya, kita pun akan dengan senang hati memberikannya semudah anda memintanya. Hanya saja beras dirumah sudah habis.

4. "Kenapa photonya banyak pemandangannya daripada wajah saya? Kenapa make up-nya soft sekali? Kenapa bajunya dark sekali?" - Karena kita yakin sebelum anda memutuskan untuk memilih kita, anda sudah terlebih dulu browsing hasil kerja kita online dengan sisa quota internet akhir bulan anda ataupun wifi kantor. Dan kita yakin sekali bahwa anda berlogika tinggi dan memilih kita karena anda suka apa yang anda lihat.

5. "File photo / videonya sudah semuanya?" - Iya, kita memberikan semua yang sudah kita pilih dan edit. Yang namanya manusia, ga semua photo itu focus. Nah, kebetulan logika kami adalah jika kami memotret yang blur ataupun wujud penampakan, maka kita delete. Buat apa disimpan? Apakah anda termasuk orang yang meminta sisa bahan perca dari seorang designer? Biasanya designer membuang perca tersebut karena kita menyebutnya sebagai 'sampah'. Kecuali memang mau anda kilo-in.

6. "Kok mahal sekali?" - Ya mahal itu relatif. Kita sebagai professional dalam bidang kita, sebelum kita berada ditahap dimana kita bertemu anda, kebetulan sekali kita sempat ber-investasi sejumlah ratusan juta, kadang miliyaran, dan bertahun-tahun waktu untuk: menekuni bidang tersebut (nanti sudah punya anak mau kuliah akan ngerti kok biayanya), membeli alat, memperbaharui alat / skill, hire team (kebetulan kita bukan pohon yang hidup dari udara dan matahari). Jika anda berkata "perusahaan mie instan investasi-nya bermilyar-milyar tapi jual produknya hanya empat ribuan" yah... kita tidak melarang anda untuk ke perusahaan tersebut.

Yang namanya calon pengantin pasti ingin yang terbaik. Kita pun sebagai vendor ingin memberi yang terbaik. Tentunya hasil yang baik adalah dari kerjasama yang saling memahami.

Seperti ini saja, jika kita semua pernah bekerja ataupun berada di sebuah organisasi, kita pun mengharapkan bahwa customer / atasan / bawahan kita ko-operatif. Dan ketika sinergi baik terjadi, maka hasil akan maksimal. Jujurlah pada diri, ketika kamu diperlakukan tidak baik, sebaik-baiknya kamu lakukan dengan skill terbaikmu, apakah hatimu ikhlas melakukan sebuah pekerjaan untuk seseorang yang tidak menghargaimu? smile emoticon

July 9, 2013

[TRAILER] hari ke-11 (11th day)


Last year, after watching Mo Brother's slasher "Rumah Dara" (Macabre) I had this sudden decision "I want my own horror film!" Obviously, I absolutely had no idea about film-making and I didn't even know what a Production House was. I began searching anyway. Searching for what? Everything and everyone who could possibly lead me into realizing my goal. No luck.

At the end of 2012, I met Yongki at my cousin's wedding where I was bridesmaid-ing and he was documenting. I made the connection in my head that he was documenting, therefore he can somehow film. But he does wedding documentary and who is gonna direct or write or fill up everything which I don't know? Then I thought "to hell with it, I'll just ask."

"Can you make film?" He showed me two fashion video clips. Honestly I was doubting. I decided to come clean and blabbed about my love for horror. The worst that could happen was he thinks I'm crazy and I could just leave because we didn't know each other anyway.

Fast forward weeks later. We were discussing about collaboration on a murder-themed bridal photoshoot. Fast forward 2 months, he was documenting my first show (first bridal design show, specifically). Fast forward another 2 months, he suddenly said "Let's make this (photoshoot) into film." That was days before our collaboration date, mind you.

So there you go, we changed here and there, got people on board and filmed this project. Days later he suddenly mentioned about participating in local film festival. Fast forward a week or so I suddenly said "let's try international". So I found showmeshorts and for the next few days we were rushing like mad to edit, wrap, fill in endless form to catch the very near closing date of submission.

It's a crazy world, but a fun roller coaster ride. So, if you've got a dream, make it into a goal, put your idea out there so that the right people can find you and vice versa, work hard, be a good partner and realize your goal by realizing others' dream.

Cheers! :)